Shinta Maulidya
Jabatan : Pelatih Tari
Profil Singkat
Lahir di Banyuwangi pada 20 Februari 2009, Shinta Maulidya tumbuh dalam keluarga sederhana sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan terhadap dunia seni, khususnya seni tari. Ketertarikan tersebut perlahan berkembang menjadi sebuah perjalanan yang membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mengantarkannya menemukan ruang untuk terus belajar melalui kebudayaan. Saat ini, Shinta menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Muncar setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 2 Muncar pada tahun 2024.
Perjalanan berkeseniannya dimulai ketika bergabung dengan Rumah Kreatif Damar Art pada tahun 2022. Sejak saat itu, Damar Art menjadi rumah yang membawanya mengenal lebih dalam tentang seni, budaya, dan kehidupan. Tidak hanya belajar teknik tari, Shinta juga mempelajari arti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama dalam setiap proses berkarya. Pengalaman tersebut membentuk dirinya untuk terus berkembang, hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Rumah Kreatif Damar Art sebagai wujud kepercayaan atas dedikasi dan komitmennya terhadap organisasi.
Berbagai kesempatan berkesenian turut memperkaya perjalanan artistiknya. Pada tahun 2023, Shinta mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Banyuwangi melalui karya tari Lukat, yang menjadi pengalaman penting dalam memperluas wawasan dan kemampuan artistiknya. Tahun 2025 menjadi babak baru ketika ia berpartisipasi dalam Semarak Budaya Indonesia di Surakarta, sebuah ajang yang mempertemukannya dengan berbagai ekspresi seni dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap panggung yang dijalani memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa seni adalah ruang untuk terus belajar dan bertumbuh.
Selain aktif sebagai penari, Shinta juga mulai mengembangkan kemampuannya di balik layar pertunjukan. Pada tahun 2025, ia dipercaya menjadi bagian dari Tim Produksi dalam pementasan drama musikal REMPEG: Bayu Tak Pernah Padam pada rangkaian peringatan Hari Jadi Banyuwangi. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa sebuah pertunjukan besar tidak hanya dibangun oleh para penampil di atas panggung, tetapi juga oleh kerja sama, ketelitian, dan dedikasi seluruh tim yang bekerja di belakang layar. Pengalaman ini semakin memperkaya cara pandangnya terhadap dunia seni pertunjukan secara menyeluruh.
Semangat untuk terus berkembang diwujudkan melalui karya tari pertamanya yang berjudul Cemeti Yakso, yang dipentaskan dalam pagelaran koreografi Nitih Nitis Roso pada tahun 2025 oleh Rumah Kreatif Damar Art. Karya tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kreatifnya sebagai seorang koreografer muda, sekaligus menunjukkan keberanian untuk menuangkan gagasan dan pengalaman hidup ke dalam bahasa gerak yang bermakna.
Bagi Shinta Maulidya, Rumah Kreatif Damar Art bukan sekadar tempat belajar seni, tetapi rumah yang membentuk cara berpikir, cara bekerja, dan cara memandang kehidupan. Melalui setiap latihan, karya, dan pengalaman yang dijalani, ia belajar bahwa seni bukan hanya tentang pertunjukan, melainkan tentang membangun karakter, merawat kebudayaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat belajar yang terus tumbuh, Shinta berkomitmen untuk terus berkarya, mengembangkan diri, serta menjadi bagian dari generasi yang menjaga nyala kebudayaan Indonesia melalui seni.
Pendidikan
Pelajar
SMAN MUNCAR
Project
Publikasi
Kelas Seni
Kelompok Kelas
No data was found
No data was found
No data was found
No data was found