SAW Notodihadjo
Jabatan : Dewan Penasihat
Profil Singkat
### S.A.W. NOTODIHARJO
**S.A.W. Notodiharjo** merupakan penulis, penyair, budayawan, sekaligus penggerak literasi yang tumbuh dan aktif dalam ekosistem kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kiprahnya tidak hanya hadir melalui karya sastra, tetapi juga melalui berbagai ruang perjumpaan kebudayaan yang mempertemukan sastra, tradisi, masyarakat, dan persoalan sosial. Dalam karya maupun aktivitas kebudayaannya, Notodiharjo memiliki perhatian kuat terhadap lokalitas Banyuwangi, khususnya pengalaman kultural masyarakat Osing, termasuk dimensi mistisisme, ingatan tradisi, serta realitas sosial masyarakat di wilayah ujung timur Jawa.
Sebagai penyair, karya-karya Notodiharjo menunjukkan kecenderungan untuk menggali pengalaman lokal sebagai sumber penciptaan. Salah satu karya yang merepresentasikan kecenderungan tersebut adalah puisi **“Suwuk”**, yang mengangkat praktik dan kepercayaan magis yang hidup dalam masyarakat Banyuwangi. Melalui karya tersebut, mistisisme tidak sekadar ditempatkan sebagai fenomena supranatural, tetapi menjadi pintu masuk untuk membaca relasi manusia dengan tubuh, ketakutan, kepercayaan, serta ruang sosial dan kultural yang melingkupinya. Selain puisi, kreativitasnya juga merambah wilayah seni pertunjukan melalui karya seperti **“Tubuh Pentas”**, yang memperlihatkan ketertarikannya terhadap hubungan antara tubuh, teks, dan ruang pertunjukan.
Kiprah Notodiharjo juga berkembang melalui kerja-kerja komunitas. Ia menjadi salah satu penggerak kegiatan **Selapanan Sastra**, sebuah ruang perjumpaan yang mendorong tumbuhnya tradisi membaca, menulis, berdiskusi, dan mengapresiasi karya sastra. Semangat yang dibangun tidak berhenti pada aktivitas sastra di ruang perkotaan, tetapi turut membawa gagasan **“Sastra dari Desa”** ke wilayah Kecamatan Muncar. Gerakan tersebut menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal puisi, teater, monolog, serta diskusi sastra sekaligus menjadikan desa sebagai ruang tumbuhnya pengetahuan dan ekspresi kebudayaan.
Dalam perjalanan pengabdiannya di bidang kebudayaan, **S.A.W. Notodiharjo juga aktif berproses bersama Rumah Kreatif Damar Art**. Keterlibatannya tidak hanya sebagai penulis yang menghasilkan dan mengembangkan gagasan melalui tulisan, tetapi juga sebagai bagian dari ruang intelektual yang mendukung proses penciptaan, dokumentasi, dan pengembangan gagasan kebudayaan Damar Art. Melalui tulisan dan pemikirannya, ia turut memberikan perspektif kritis terhadap berbagai praktik seni dan kebudayaan yang dikembangkan oleh Damar Art, sekaligus memperkaya proses refleksi di dalamnya.
Di Rumah Kreatif Damar Art, Notodiharjo dipercaya sebagai **Dewan Penasihat**, sebuah posisi yang menempatkannya sebagai salah satu figur yang memberikan pertimbangan, pandangan, dan arah pemikiran dalam perjalanan organisasi. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun Damar Art sebagai ruang berkesenian yang tidak hanya berorientasi pada produksi karya, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap nilai, konteks budaya, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial. Kehadirannya menjadi salah satu jembatan antara tradisi literasi, pemikiran kebudayaan, dan praktik kesenian yang terus tumbuh di lingkungan Damar Art.
Di luar penciptaan dan komunitas sastra, Notodiharjo aktif dalam berbagai forum kebudayaan Banyuwangi. Ia terlibat dalam ruang-ruang diskusi yang mempertemukan seniman, budayawan, akademisi, sejarawan, dan generasi muda untuk membicarakan perkembangan kebudayaan serta persoalan masyarakat. Keterlibatannya bersama sejumlah tokoh kebudayaan Banyuwangi menunjukkan posisinya sebagai bagian dari ekosistem intelektual dan kebudayaan lokal yang berupaya menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus membuka ruang kritis terhadap perubahan zaman.
Dengan demikian, **S.A.W. Notodiharjo tidak hanya dapat dipandang sebagai penyair, penulis, atau budayawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan kebudayaan yang menjadikan sastra sebagai medium membaca kembali masyarakat dan lingkungan tempat kebudayaan itu tumbuh**. Melalui karya, komunitas, tulisan, forum kebudayaan, serta keterlibatannya di Rumah Kreatif Damar Art sebagai **Dewan Penasihat**, ia turut memperkuat ekosistem kebudayaan Banyuwangi. Kehadirannya memperlihatkan bahwa sastra dan seni dapat menjadi ruang untuk merawat ingatan, membaca perubahan, membangun kesadaran, serta melahirkan gagasan baru bagi keberlanjutan kebudayaan.
Pendidikan
Guru
SMAN MUNCAR
Project
Publikasi
Kelas Seni
Kelompok Kelas
No data was found
No data was found
No data was found
No data was found