Dimas Imam Wahyudi, S.Sn
Jabatan : Pelatih Musik
Profil Singkat
Lahir pada 9 September 2000 di Banyuwangi, Dimas Imam Wahyudi tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kerja keras, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Sejak usia dini, ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia seni, khususnya musik tradisi, sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembelajaran. Baginya, seni bukan sekadar ruang untuk menampilkan kemampuan, melainkan sarana untuk membangun hubungan antarmanusia, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan kebahagiaan bagi lingkungan sekitarnya.
Perjalanan berkesenian yang dimulai sejak bangku sekolah dasar terus berkembang hingga membawanya menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Di lingkungan akademik tersebut, Dimas memperdalam pengetahuan mengenai seni budaya, baik dari aspek artistik maupun nilai-nilai yang melatarbelakanginya.
Proses pendidikan itu memperluas cara pandangnya bahwa seni tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi sumber inspirasi yang dapat terus dikembangkan agar tetap hidup dan relevan di tengah kehidupan masyarakat modern. Semangat tersebut kemudian menjadi salah satu landasan lahirnya Rumah Kreatif Damar Art pada tahun 2020. Bersama Achzana Ilhamy dan sahabat-sahabat seperjuangannya, Dimas ikut menggagas terbentuknya komunitas yang berfokus pada pendidikan seni, penciptaan karya, serta pengabdian kepada masyarakat melalui kebudayaan. Baginya, Damar Art bukan sekadar komunitas seni, melainkan rumah bersama yang menjadi jembatan untuk memperkenalkan seni budaya tradisi kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.
Dalam setiap proses berkarya, Dimas selalu meyakini bahwa seni harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap karya yang diciptakan tidak hanya mengejar nilai artistik, tetapi juga membawa pesan pendidikan, hiburan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Melalui berbagai karya seperti Cemeti Yakso, Gembrung Gemirang, dan karya-karya lainnya, ia bersama keluarga besar Rumah Kreatif Damar Art terus berupaya menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada akar tradisi Banyuwangi. Baginya, seni tradisi tidak pernah kehilangan nilai hanya karena dianggap kuno. Justru di dalamnya tersimpan kekayaan yang harus terus dihidupkan melalui gagasan-gagasan baru yang mampu diterima oleh generasi masa kini.
Selain berkarya, Dimas percaya bahwa kekuatan terbesar sebuah komunitas terletak pada rasa kebersamaan. Solidaritas, saling mendukung, dan semangat untuk terus belajar menjadi nilai yang selalu dijaga dalam setiap proses kreatif di Rumah Kreatif Damar Art. Ia meyakini bahwa sebuah karya yang baik tidak pernah lahir dari kerja satu orang, melainkan dari kolaborasi banyak hati yang memiliki tujuan yang sama: menghadirkan manfaat melalui seni.
Bagi Dimas Imam Wahyudi, berkesenian adalah perjalanan untuk menciptakan kebahagiaan. Kebahagiaan bukan sesuatu yang menunggu untuk ditemukan, melainkan sesuatu yang dibangun melalui ketulusan dalam berkarya, semangat berbagi, dan keberanian untuk terus melestarikan budaya. Bersama Rumah Kreatif Damar Art, ia terus melangkah dengan keyakinan bahwa seni tradisi akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat selama mampu dihidupkan melalui kreativitas, inovasi, dan cinta yang tulus terhadap kebudayaan Indonesia.
Pendidikan
Guru Seni Budaya
MAN 3 BANYUWANGI
Project
Publikasi
Kelas Seni
Kelompok Kelas
No data was found
No data was found
No data was found
No data was found