Dwi Nanda Setiawan
DSC07606
Dwi Nanda Setiawan
Jabatan : Pelatih Musik

Profil Singkat

Banyuwangi,17 September 2006 "Yang penting yakin" Lahir di Banyuwangi pada 17 September 2006, Dwi Nanda Setiawan tumbuh dalam keluarga sederhana yang tidak seluruhnya memiliki latar belakang seni. Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah menghalangi langkahnya untuk mencintai dan menekuni dunia seni. Dengan keyakinan yang kuat, ia memilih seni sebagai bagian dari jalan hidupnya, sebuah keputusan yang lahir dari kecintaan terhadap budaya sekaligus keinginan untuk terus belajar dan berkembang melalui proses berkesenian. Perjalanan tersebut membawanya bergabung dengan Rumah Kreatif Damar Art, tempat ia menemukan ruang untuk mengembangkan kemampuan artistik sekaligus membangun karakter. Bersama Damar Art, Dwi belajar bahwa seni bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat untuk terus menjaga kebudayaan. Rumah Kreatif Damar Art menjadi tempat yang menguatkan keyakinannya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, terlepas dari latar belakang yang dimiliki. Semangat belajar yang konsisten membuahkan berbagai pengalaman berharga. Pada tahun 2024, Dwi berhasil mewakili sekolahnya dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) melalui karya musik Rampak Using, dan meraih Juara Harapan I. Karya tersebut mengangkat semangat kebersamaan para seniman Banyuwangi, sebagaimana makna kata rampak yang menggambarkan kekompakan, keselarasan, dan harmoni dalam berkesenian. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang semakin menguatkan tekadnya untuk terus menekuni dunia musik tradisi. Perjalanan tersebut berlanjut pada tahun 2025 ketika ia kembali dipercaya membawa nama SMP Negeri 1 Tegaldlimo dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan berhasil meraih Juara III. Pada tahun yang sama, Dwi memperoleh kehormatan menjadi bagian dari keluarga besar Rumah Kreatif Damar Art dalam pementasan karya Sang Dayun pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Presiden. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, sekaligus membuktikan bahwa proses belajar yang dijalani dengan ketekunan mampu mengantarkan seorang seniman muda menuju panggung-panggung kehormatan. Semangat untuk terus berkembang tidak berhenti sampai di sana. Pada tahun 2026, Dwi mewujudkan salah satu impiannya dengan tampil dalam Grebeg Suro 2026 mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dan bersama tim berhasil meraih Juara Umum. Pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai bagian dari kontingen Kyai Lodra dalam Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Tahun 2026. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus belajar akan selalu membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Bagi Dwi Nanda Setiawan, seni bukan sekadar ruang untuk meraih prestasi, melainkan jalan untuk mengenal diri, membangun karakter, dan mengabdikan kemampuan kepada masyarakat. Bersama Rumah Kreatif Damar Art, ia percaya bahwa seni tradisi akan tetap hidup apabila generasi muda memiliki keberanian untuk mencintainya, mempelajarinya, dan memperkenalkannya kepada dunia. Dengan semangat tersebut, ia terus melangkah untuk berkarya, menginspirasi, dan menjadi bagian dari generasi yang menjaga keberlanjutan kebudayaan Indonesia.

Pendidikan

Mahasiswa
Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya
No data was found